Hallo, kali ini aku mau cerita tentang gimana caranya aku melewati fase kegalauan hidup di awal umur 20-an atau biasa disebut Quarter Life Crisis, ya walaupun fase galaunya belum habis semua, tapi udah gak sesering dan seintens kaya dulu saat awal-awal ngerasain QLC ini😁
Di sini aku bukan ahli atau seorang expert ya, aku cuma pengen cerita dan berbagi aja, manatau ada yang punya cerita dan pengalaman yang sama di luar sana😀
Jadi, apa sih sebenarnya Quarter Life Crisis itu? Kenapa sih orang-orang pada bilang mereka sedang berada di fase itu? Aku bakal jelasin singkat aja ya, defenisinya.
Quarter Life Crisis (QLC) merupakan periode ketika pada seseorang terjadi krisis emosional yang melibatkan perasaan kesedihan, terisolasi, ketidakcukupan, keraguan terhadap diri, kecemasan, tidak termotivasi, kebingungan, serta ketakutan akan kegagalan yang biasa terjadi pada orang di usia 20-an. Biasanya, ia dipicu permasalahan finansial, relasi, karier, serta nilai-nilai yang diyakini, fr:Tirto.id
Jadi, aku pertama kali mengalami Fase QLC ini di umur 19 menjelang 20 tahun, gatau ini termasuk ini QLC apa engga, tapi ciri-cirinya merujuk ke gejala QLC. Nah, aku bakalan input gejala-gejala QLC yang aku kutip dari artikelnya Tirto.id, yaitu:
Jadi, berdasarkan gambar di atas, gejala yang aku alami yaitu overthinking terhadap masa depan, apakah jalan yang aku ambil ini benar, apakah nantinya aku akan sukses atau tidak dengan keputusan yang telah aku ambil, apakah aku akan hidup mapan di masa depan, dan hal-hal yang bikin aku ragu dan takut menghadapi masa depan.
Aku ngerasain fase ini selama hampir 3 bulan, dimana pada saat itu aku juga disibukkan dengan urusan perkuliahan dan kampus yang bikin badan rontok, disisi lain juga mengalami overthinking yang berkaitan dengan QLC ini yang sering bikin aku berujung insomnia.
Seiring berjalannya waktu, akupun tersadar karena aku ngerasa tenaga dan emosi aku terkuras abis dengan adanya fase ini di dalam hidup aku. Aku sangat emosional pada saat itu, gampang marah, mood jelek dan sebagainya yang akhirnya bikin aku sadar kalau aku harus bisa ngehadapin ini. Masalah gak akan hilang dengan hanya dipikirkan terus-menerus tanpa adanya jalan keluar. Sejak saat itu aku langsung berusaha kontrol emosi dan perasaan.
Setelah emosi sudah di kontrol dan aku sudah agak stabil dan tenang, aku akhirnya mikir, aku harus cari jalan keluar dari masalah ini, karena masalah itu bukan tergantung berat atau tidaknya, namun tentang bagaimana penyelesaian dalam mengatasi masalah yang timbul. Saat itu aku yang sedang libur kuliah memutuskan untuk mencari penyelesaian masalah yang sering aku fikirkan.
Cara aku untuk mencari jalan keluar dari segala permasalahan dan overthinking aku yaitu dengan membuat list-list permasalahan yang aku hadapi, apakah berkaitan dengan financial, sosial, karir, dan lainnya. Aku bikin list satu persatu hal-hal yang membuat aku ragu dan bingung, kemudian dikelompokkan menjadi beberapa bagian seperti keuangan, karir, sosial dan keluarga, dan lain-lain.
Setelah dibuat list nya lalu apa? Aku memutuskan untuk mencari jawaban dari setiap permasalahan yang udah aku tulis. Aku bakal buat beberapa contoh permasalahan yang dulu pernah aku hadapi.
Masalah: Aku anak tunggal dengan orang tua tunggal, tidak ingin menyusahkan orang tua dengan meminta uang terus-menerus, dan ingin membeli barang yang aku inginkan serta mempunya tabungan pribadi dari hasil kerja keras sendiri namun dalam keadaan yang masih menjadi mahasiswa.
Make Up --> Membuka Jasa Make Up untuk acara wisuda, pesta, dan kelompok Tari.
Dari beberapa kegiatan kesukaan aku, 2 kegiatan di atas yang aku rasa bisa aku jadikan tools untuk aku mendapatkan penghasilan. Untuk lebih lengkapnya, bagaimana cara aku merancang kegiatan kesukaan menjadi kegiatan yang menghasilkan, akan aku buat di cerita selanjutnya, karena kalau mau dimuat di sini takut kepanjangan😆
2. Karir (Masa Depan)
Pada waktu itu, aku sangat tertarik untuk bekerja di salah satu perusahaan FMCG multinasional, maka aku mulai membuat akun LinkedIn dan memperbarui profil, aktivitas dan portofolio. Selain itu, aku juga mengikuti webinar dan online class untuk mengasah soft skill dan memperdalam hard skill yang aku punya.
Sedangkan untuk teman-teman yang udah mendapatkan pekerjaan, yang harus dilakukan saat ini ya bagaimana caranya buat terus berkembang dan mengasah skill yang udah ada yaa, biar value-nya makin meningkat dan makin sukses di masa depan 😀
Urusan percintaan setiap orang itu beda-beda. Ada yang udah nemu pasangannya, ada yang udah menikah, ada yang masih terjebak dalam cinta masa lalunya, ada yang lagi berusaha memperbaiki hubungannya, ada juga yang lagi berusaha untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat, dan tentu ada yang belum menemukan pasangannya. Intinya untuk urusan ini, selain ngikutin kata hati, penting juga untuk menggunakan logika agar tidak terjebak dalam hubungan yang salah, selebihnya kita serahkan kepada yang memiliki kuasa yaa😄
Sebelumnya mau minta maaf dulu😁😁 hehhe. Untuk persoalan ini aku ga bisa cerita dan kasih saran banyak karena aku pun belum menemukannyaa🙈 mungkin yang bisa kita lakukan salah satunya dengan banyak-banyak berdoa dan menikungnya di sepertiga malam mungkin?😆 hahaha. Kita gak tau takdir kedepannya bakal gimana, yang penting doa aja dulu yaa kann😆
Akhirnyaaa selesai juga tulisan aku mengenai Quarter LIfe Crisis ini, semoga apa yang aku tulis bisa sedikit membantu teman-teman di luar sana untuk menemukan jalan keluarnya yaa. Jangan terlalu difikirkan berlebih, fokus ke penyelesaiannya, dan banyak-banyak berdoa dan berusaha yaa, semangat!! See you😚😚

Komentar
Posting Komentar